Mendidik Anak di Era Milenial Sesuai Ajaran Islam untuk Ayah dan Bunda

Mendidik Anak di Era Milenial Sesuai Ajaran Islam untuk Ayah dan Bunda

islam.co

Alhamdulillah, bahagia sekali dapat menemani Rabu special Ayah Bunda 😊

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, laki-laki yang Allah pilih untuk menjadi teladan kita dalam menjalani kehidupan agar selamat dunia akhirat.

*Ayah Bunda yang dirahmati Allah, sudahkah kita bersyukur hari ini?*

Atas anugerah Allah berupa *iman, kesehatan, pasangan hidup, dan anak-anak* yang anugerah ini tidak semua manusia mendapatkannya. 

Seringkali kita terlewat, bahwa ini hanyalah siklus yang wajar dalam kehidupan manusia, padahal sesungguhnya adalah anugerah yang luar biasa. 

Masih banyak yang belum dapat mengecap manisnya iman, diuji sakit dari ringan hingga berat, belum dipertemukan dengan pasangan hidup, bahkan masih banyak pasangan yang terus berharap meski telah 3 thn, 5 thn, bahkan belasan tahun menikah, memohon diberikan ananda yang akan meramaikan rumah mereka. 

Ketika anugerah-anugerah ini Allah ijinkan ada dalam diri kita, mari genggam erat Ayah Bunda, dengan penuh kesyukuran.

Karena SYUKUR adalah SYARAT agar ditambah NIKMAT. 

Semoga kita termasuk hamba-Nya yang bersyukur.
Apapun kondisinya, tetaplah syukur yang selayaknya lebih banyak daripada keluhan atas apa yang menimpa. 

πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–
Alhamdulillah tema belajar kita hari ini tentang *Anakku Sholih di Sekolah, Sholih juga di Rumah*

Ini menjadi harapan setiap orangtua, dan perlu ikhtiar yang kuat untuk mewujudkannya.

Mari bersama-sama kita meluruskan niat, semoga belajar kita termasuk bagian kebaikan yang akan menambah berat timbangan amal di akhirat kelak.
πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄
Maka perlu membangun sinergi dengan sungguh-sungguh, agar hasil yang diharapkan dapat tercapai optimal.

Setidaknya ada *8 hal yang dapat diupayakan*
1⃣ *Mengupayakan ketuntasan tumbuh kembang ananda sesuai tahapan usianya*

Pertumbuhan ananda terkait fisik, bagaimana pertumbuhan tinggi, berat, lingkar kepala (saat balita) setidaknya tercapai sesuai tahapannya. Jika tidak, upaya-upaya apa yang bisa dilakuka. Sebagaimana semangat bahwa Allah mencintai seorang muslim yang kuat. 
Sedangkan perkembangan meliputi aspek kognitif, sosial emosi, dan motorik. 

Apa saja yang termasuk di dalamnya? Bukan hanya kewajiban guru saja yang harus memahami, kita para orangtua juga perlu agar dapat melihat apakah ananda kita bertumbuh dan berkembang sesuai usianya.

Paradigma yang kurang tepat ketika misalnya memasukkan ananda ke sekolah usia dini sementara soal lepas dot dan lepas pampers masih belum tuntas, bahk
an berharap diselesaikan jika sekolah. 
2⃣ *Mengetahui aktivitas ananda di sekolah*
- ikuti sosialisasi program sekolah, biasanya di awal masuk tahun ajaran 
- rajin memantau grup kelas
- memenuhi undangan sekolah
- bertanya kepada ananda sepulang sekolah

Ayah Bunda yang dirahmati Allah, bab penting terutama pada *menghadiri undangan sekolah.* 

Bagaimana selama ini kita memandang undangan sekolah?

Padahal, jika Ayah Bunda mencintai ananda, *mengupayakan untuk hadir adalah bukti cinta yang nyata.*πŸ’–

Mengapa?
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Dari ayat tersebut, sesungguhnya target treatment dalam proses pendidikan ananda adalah menjaga *pendengaran, penglihatan, dan hati* ananda kita. Karena ketiga komponen ini adalah "pintu masuk" apapun sebelum dikirim ke dalam otak, diproses, kemudian membentuk pemahaman yang mendasari tingkah laku anak-anak kita.

Menghadiri undangan sekolah sesungguhnya menjadi wajib jika mengingat tanggung jawab.

Namun sepertinya ini belum cukup kuat ketika banyak agenda orangtua sehingga kadang menjadi prioritas ke sekian bahkan cenderung mudah atau ringan saja meski tidak hadir.

Padahal ketika Ayah atau Bunda tidak hadir, sesungguhnya ada "hati yang terluka". Bagaimana tidak? Surat undangan biasanya dititipkan melalui ananda, ditambah pesan guru agar orang tua hadir. Mereka tahu bahwa harusnya orang tua hadir.

Pernahkah Ayah Bunda membayangkan, ketika tidak hadir lalu keesokan harinya obrolan di antara anak-anak, 

"Eh kemarin mamaku datang lho ke sekolah, ibu kamu datang nggak?"

Bagaimana yang dirasakan ananda kita jika kita tidak hadir?
Apa jawaban yang akan dia berikan kepada temannya?
Bukankah ia akan sedih? Atau bisa level meningkat menjadi kecewa.

Inilah bab menjaga hati, pentingnya menjaga perasaan ananda kita. 

*Jika memang kita tidak bisa hadir, sampaikan dengan baik kepada ananda, minta maaf dan jelaskan mengapa. Dan buat komitmen bahwa akan mencari tahu apa yang disampaikan sekolah.*

Alhamdulillah sejauh ini bisa bekerja sama dengan suami untuk berupaya hadir berbagi tugas dalam memenuhi undangan sekolah, apalagi jika agendanya bersamaan. Punya 3 ananda dengan jenjang yang berbeda.😊 Semangat ✊🏻
Keren deh kalo para Ayah siaga dalam hal seperti ini. πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

Maka Ayah Bunda, karena hadir adalah bukti cinta, *mari kita letakkan undangan sekolah sebagai prioritas penting dalam agenda kita.*

3⃣ *Rajin menanyakan perkembangan ananda, tidak perlu menunggu masalah.*

Biasanya kesempatan banyak dalam penerimaan raport. Namun Ayah Bunda bisa juga memanfaatkan saat mengantar atau menjemput ananda untuk berkomunikasi dengan guru atau wali kelas. Jika ada kesulitan atau perlu "titip" perbaikan bersama bagi ananda bisa disampaikan.
4⃣ *Menguatkan kembali di rumah, proses yang telah dilakukan di sekolah.*

Dengan mengetahui aktivitas harian dan pembiasaan yang dilakukan oleh sekolah, berupaya dikuatkan lagi di rumah agar sinkron. Keteladanan Ayah Bunda menjadi kunci utama. Berikutnya penanaman nilai-nilai juga penting, tidak hanya mengandalkan sekolah.

Misal kejujuran, masih belum banyak yang menjadikan bab penting ini untuk dikuatkan dari lisan orang tua. Menjadi bahan nasihat yang dipentingkan juga di rumah. Di sekolah kejujuran ini menjadi karakter utama yang dibangun. 

Penanaman nilai, memberi contoh, memonitoring, memberi apresiasi, sudahkah tahapannya dilakukan pula oleh Ayah Bunda?
Yang sering terjadi adalah kita terkaget ketika misal suatu saat ananda kita ketahuan berbohong atau tidak jujur.

*Berkisah*, ini adalah teknik luar biasa yang dapat dilakukan orangtua yang sesungguhnya mudah dan tidak perlu waktu lama, asal dilakukan rutin insya Allah dahsyat dampaknya.

Apalagi jika dengan media berupa *Buku.*
Akan sangat membantu kita memilih tema yang pas, atau berurutan agar kronologis.

πŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“š

Saya termasuk yang sangat sepakat sekalipun di era digital seperti ini gadget mengepung kita dan anak-anak, *sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan kepada buku sebagai gerbang penting masuknya ilmu.*

Menjadi bekal utama agar jiwa pembelajar ada dalam diri mereka sepanjang hayat. 

Sesungguhnya banyak benefitnya.
✅ Karakter bisa masuk tanpa menggurui.
✅ Bonding antara orang tua dan anak semakin kuat dan ini mahal harganya di era sekarang
✅ Mengasah aspek komunikasi anak dan orang tua
✅ Melembutkan hati yang memang menjadi target sentuhan dalam proses pendidikan

Dalam proses menguatkan di rumah ini kuncinya SABAR dan PANTANG MENYERAH.
5⃣ *Berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah yang melibatkan orangtua*

Dua rumusnya, kita terlibat sebagai peserta atau kita bisa terlibat membantu dalam penyelenggaraan. 

Ini bisa menjadi sarana belajar bersama sebagai *upgrading kita menjadi orangtua.*
Jika kita membantu penyelenggaraanya misal sebagai panitia atau pengurus paguyuban orangtua, anggap saja sebagai *investasi kebaikan* yang insya Allah mendatangkan keberkahan. Bisa jadi karena keberkahan ini lalu Allah memberikan balasan kebaikan bagi ananda kita. 😍
6⃣ *Menunaikan kewajiban pembiayaan pendidikan ananda sesuai waktu yang ditentukan.*

Apa hubungannya dengan pendidikan ananda? 

Ini bagian dari tanggung jawab, dan lebih jauh lagi sesungguhnya keberkahan yang menyertai dalam proses belajar ananda.

Bagaimana jika kita sedang kesulitan?

*Komunikasikan* dengan pihak sekolah, tidak baik jika diam saja lalu menunda. 
Yang penting komunikasi, jika kita memerlukan tenggat waktu atau mengajukan keringanan, dicoba untuk sampaikan. Setiap lembaga pasti punya kebijakan. 

Mari meletakkan ini pula dalam prioritas, bukan dinomorduakan. Jika kita berjuang lancar biaya pendidikan, semoga Allah lapangkan jalan rizki kita dalam aspek yang lain, dalam pekerjaan atau bisnis misalnya. Tidak dibalik. 
7⃣ *Menjaga adab terhadap guru Ananda*

Keberkahan menuntut ilmu ada dalam adab kepada guru. Bagaimanapun dengan kelebihan dan kekurangan mereka, guru ananda telah banyak berperan pula. Menghargai setiap upaya, memberi masukan dengan santun untuk perbaikan, semoga barokah mengalir deras bagi ananda, orangtua, juga guru dan lembaga pendidikannya.
8⃣ *Jika dirasa ada yang kurang, menyampaikan kepada jalur yang benar agar dapat dicarikan solusinya.*

Ayah Bunda, ketika dirasakan ada masalah atau kurang dalam layanan sekolah, apakah terkait dengan kegiatan belajar ananda, fasilitas, atau program sekolah, sampaikan saja masukan untuk perbaikan. *Karena kita juga ingin tentunya sekolah tempat ananda kita belajar dapat meningkat kualitasnya.* 

Sangat baik jika disampaikan sesuai jalurnya, mulai dari kepada wali kelas atau guru pengajar, jika ternyata masih dirasa kurang, bisa kepada pimpinan sekolah. Atau bisa juga mencoba jalur komite jika aktif dan bagus koordinasinya dengan sekolah.

Diluruskan niat bahwa masalah yang terjadi berusaha dicarikan solusi, bukan semata mencari kekurangan atau kesalahan sekolah. Bagaimanapun sekolah sudah banyak membantu peran kita. Kurang bijak jika keburukan atau kekurangan tersebar luas tanpa ada upaya menyampaikan untuk perbaikan.

*Apalagi sekarang ini era medsos, yang begitu mudahnya curahan segala macam ditumpahkan. Penghulunya adalah iman, jika tidak mendatangkan kebaikan, maka seharusnya tidak perlu dilakukan.*

Diingat kembali, dulu ketika mau masuk sekolah tersebut adalah pilihan kita secara sadar. Kecuali jika semua jalur yang disediakan sudah ditempuh dan tetap tidak ada titik temu, bisa dipertimbangkan lagi apakah tetap lanjut berpartner atau mencari alternatif lain yang lebih cocok. 

Alhamdulillah ketika komunikasi terjalin baik antara orang tua dan sekolah, dengan saling berproses, kemajuan dapat dirasakan bersama-sama. 🌟🌟🌟😍

πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή
πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ

Baca juga:

This Is The Newest Post
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Yang mau copy silahkan isi di komentar